GROWING PORANG - SEBUAH TANAMAN TABUNG
PORANG atau iles-iles (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis tumbuhan di Araceae, daunnya berupa batang semu dengan tinggi 40-180 cm dan diameter 1-5 cm, berbentuk tabung, berwarna hijau dengan bercak putih tidak beraturan, setiap titik percabangan tumbuh. umbi berwarna umbi coklat dan kuning. A. muelleri memiliki batang dan daun semu yang berwarna hijau terang sampai hijau tua dan bercak putih kehijauan. Permukaan batangnya licin, sedangkan daunnya licin bergelombang. Daun berbentuk elips dengan ujung runcing. Saat pembilasan memiliki 3, 4-5, 5-6 dan terakhir 6 helai daun kecil dengan 3 batang daun kecil. Daun muda memiliki tepi yang berwarna ungu muda, hijau dan ujungnya berwarna kuning dengan lebar 0,3-0,5 mm. Kanopi memiliki lebar 50-150 cm. Batang tumbuh di atas umbi dengan diameter 25-50 mm dan tinggi 75-175 cm. Umbi berwarna kecoklatan atau krem pada permukaan luar dan kecoklatan pada bagian dalam, akar agak lonjong dan berserabut, berat 450 - 3,350 gram, jaringan halus, masa dorman 4-5 bulan dan kandungan glukomanan 35-55%. Blog "Anim Agriculture Technology" akan membahas tentang tanaman umbi yang dikenal dengan istilah poring sebagai tanaman potensial.
Bulbil (gambar di atas) tumbuh pada setiap tulang daun yang bercabang pada bagian luar berwarna coklat kuning bagian dalam dan permukaan kasar, berbentuk simetris atau lonjong dengan berat 1-23 gram, diameter 1-5 cm, susunan jaringan halus, 4-5. bulan masa dorman dan kandungan glukomanan 25-30%. Bunga berdaging, inflorens dan berkelamin tunggal dengan bunga jantan di tengah tongkolnya. Hijau, warnanya kuning kehijauan dan akan matang dengan warna jingga-merah. Bentuk oval, meruncing ke pangkal, diameter 40-80 mm dan tinggi 10-22 cm. Buahnya berbentuk apom, tersusun dalam tangkai, berwarna merah muda kehijauan saat muda dan merah saat tua. Rata-rata 300 butir telur per tongkol, matang selama 8-9 bulan sejak berbunga dan benih dorman selama 1 - 2 bulan. Porang memiliki organ vegetatif yang terdiri atas daun, batang, umbi dan akar. Batang semu tumbuh selama 6 bulan, kemudian gugur dan umbi yang sudah terbentuk memasuki masa dormansi. Pada musim hujan berikutnya umbi tumbuh menjadi tanaman baru. Umbi besar akan tumbuh berbunga.
Iles-iles menghasilkan bulbil pada periode pertama, 4-7 bulbil pada periode kedua dan 10-20 bulbil pada periode ketiga. Ukuran umbi bervariasi tergantung lokasi percabangan dan umur tanaman. Siklus hidup mulai dari pembibitan hingga pembuahan dan pematangan tanaman pada umur 38 - 43 bulan. Tanaman akan berbunga jika umbi memiliki berat lebih dari 500 gram dan dua kali masa pertumbuhan vegetatif. Umbi tumbuh maksimal setelah menyelesaikan empat periode vegetatif atau sebelum memasuki periode generatif. Tunas menggunakan cadangan hara pada umbi benih untuk pertumbuhan batang dan daun. Bibit akan membusuk untuk diganti dengan umbi baru setelah 60 hari dan akan diperbesar menggunakan proses fotosintesis. A. muelleri merupakan tumbuhan tropis dan tumbuh baik di tempat yang teduh seperti dibawah rumpun bambu dan hutan lebat, ketinggian 100-600 m, suhu 25-35C, curah hujan 300-500 mm / bulan selama periode pertumbuhan vegetatif, tanah gembur dan pH 6-7.5. Tanaman liar sering tumbuh di lereng sungai dan lereng bukit. Umbi mengandung karbohidrat sebagai glukomanan yang terdiri dari manosa dan glukosa. Polimer glukomanan memiliki sifat selulosa dan galaktomanan yang membentuk kristal dan serat halus. Glukomanan akan berkembang 138-200% dengan cepat di dalam air. Tepung umbi digunakan sebagai makanan bagi penderita diabetes, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah, meningkatkan fungsi pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan berat badan. Sumber: dlium.com
Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar